9 Jun 2011

Vagina - Kelamin Wanita



Vagina yang berhubungan dengan leher rahim (cervix) mempunyai bagian yang memanjang ke depan dan ke belakang (fornix). Di depan rahim dan vagina terletak kandung kencing (urinary bladder). Panjang vagina bervariasi dari 5 cm sampai belasan cm. Di ujung vagina sebelah luar seorang gadis terdapat selaput yang berlubang di tengahnya, dinamakan selaput dara (hymen). Lubang itu diperlukan untuk mengeluarkan darah menstruasi.

Bentuk dan ukuran lubang ini berbeda pada gadis, wanita bersuami, dan wanita yang pernah melahirkan. Pada gadis lubang itu kecil, pada wanita bersuami mempunyai lubang yang sering berupa lingkaran, dan pada wanita yang pernah melahirkan selaput itu sudah sobek-sobek, meninggalkan sisa yang dinamakan caruncula hymenalis. Lubang akibat kecelakaan juga dapat dibedakan dengan lubang akibat hubungan kelamin.

Adakalanya selaput itu demikian elastis dan kuat sehingga setelah beberapa kali hubungan seks tidak sobek, adakalanya juga begitu rapuh sehingga mudah sobek akibat gerakan yang salah.

Pada keadaan normal di dalam vagina terdapat bakteri yang menyebabkan bagian itu mempunyai pH rendah dan bersifat asam. Keadaan ini berguna untuk menjaga dan mencegah infeksi. Oleh karena itu, kebiasaan untuk terlalu sering membersihkan bagian dalam vagina sebenarnya kurang menguntungkan.

Infeksi di seputar vagina menyebabkan terjadinya gejala keputihan. Akan tetapi, keputihan bisa juga disebabkan oleh penyebab lain bukan infeksi. Keputihan bisa terjadi pada hari-hari menjelang menstruasi, jika wanita terlalu lelah, dan kondisi tubuh lain yang kurang menguntungkan. Pada keputihan akibat infeksi jamur dapat dijumpai keluhan rasa gatal dan bau, sedangkan akibat bakteri dapat berupa nanah.

Penyakit kencing nanah (gonnorhoe) pada wanita akan menginfeksi vagina bagian dalam. Seperti pada laki-laki yang mengeluarkan nanah, wanita dengan penyakit ini juga mengeluarkan banyak nanah yang keluar (dan terlihat) sebagai keputihan. Perlu diperhatikan bahwa nanah penderita ini mengandung kuman yang sangat menular. Jika nanah mengenai mata, misalnya, penyakit GO itu akan mengenai mata juga sehingga menyebabkan kebutaan.

Alat kelamin luar wanita dinamakan vulva. Bagian paling luar vulva ini dibentuk oleh labia majora dengan labia minora di bagian dalam. Di ujung depan terdapat clitoris yang sangat peka, dibelakang bagian ini terdapat muara saluran urine (urethra) dan vagina di belakangnya lagi. Saluran urethra pada wanita sangat pendek, kurang lebih 2-3 cm sehingga mudah kemasukan bakteri jika hygiene sekitar vulva tidak baik atau dicuci dengan air yang kurang bersih. Sebagai akibatnya, wanita sering mengalami infeksi kantong kencing.

Dalam labia minora terdapat kelenjar bartholin yang mengeluarkan cairan pada scat seorang wanita terangsang secara seksual. Kelenjar ini dapat mengalami infeksi dan membesar seperti tumor, dinamakan bartholinitis.

Di atas vulva, pada peralihannya dengan perut terdapat bagian yang sering mengandung lemak, yang dinamakan mons pubis yang kulitnya ditumbuhi rambut kemaluan.

Rambut kemaluan wanita tersusun membentuk segitiga dengan nisi atas rata.



Artikel Terkait:

1 komentar:

Saiful A. Zy

Review terus ....... :)

Berikan komentar dibawah ini...