10 Jul 2011

All New Sirion

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Astra Daihatsu Motor memperkenalkan All New Sirion sebagai generasi ketiga Sirion di Indonesia. City car yang ditujukan bagi keluarga baru dan kawula muda ini merupakan penyempurnaan dari Sirion generasi sebelumnya yang dikeluarkan Oktober 2008.

Sirion terbaru dengan kapasitas silinder 1.298 cc ini dipasarkan dalam varian manual lima percepatan dan otomatik empat percepatan. Setelah diuji di pelbagai medan, konsumsi rata-rata bahan bakar Sirion diklaim 1 liter untuk 14 kilometer perjalanan, 8 persen lebih irit.

Perbedaan paling kentara dari New Sirion adalah sosoknya yang lebih gaya. Eksterior dan interior Sirion berubah banyak. Pada eksterior bagian depan, front bumper serta grill dibuat lebih gaul.

Ornamen chrome dibuat memanjang pada bagian atas grill Sirion. Logo Daihatsu dirancang lebih kokoh seolah memiliki sayap. Desain lampu kabut diubah menjadi bulat, menjauhkan dari kesan kaku.

New Sirion berkesan lebih muda dan bertenaga dengan gurat aerodinamis di mana-mana . Desain lampu depan baru memberi Sirion tampang lebih garang. Lampu depan projector head Sirion dilengkapi lampu anti kabut.

Desain lampu ini sekilas terlihat serupa dengan mobil kompetitornya, KIA All New Picanto.
Perubahan desain ini, kata Kepala Divisi Pemasaran Domestik Rio Sanggau dilakukan untuk menjawab permintaan pasar yang menuntut desain lebih dinamis dan gaya.

“Desain termasuk hal utama yang diminta pasar,” kata Rio.

Desain bagian belakang juga dirombak sana-sini. Paling mencolok adalah lampu belakang. Lampu rem light-emitting diode (LED) tentu wajib dihadirkan untuk memenuhi tuntutan zaman. Desain ini membuat Sirion generasi lama terlihat jauh lebih tua.

Backdoor garnish kotak hitam ala “om-om” yang sebelumnya bertengger di atas pelat nomor dibuang. Penampilan jadi lebih sederhana dan segar. Kaca belakang pun terasa lebih leluasa dan lapang. Bumper belakang dibuat lebih sporty dengan desain reflektor meruncing.

Secara keseluruhan, eksterior Sirion memberi pilihan lebih moderat dibandingkan mobil-mobil sekelasnya. Jika pembeli mencari lekuk aerodinamika yang runcing dan tajam, Sirion mendapat tantangan keras dari All New Picanto.

Jika mencari desain serba bulat, maka Sirion harus bertarung dengan Nissan March atau Suzuki Splash. Kalau pembeli mencari yang di tengah-tengah, maka Sirion lah jawabnya. Kecuali jika pembeli lebih tertarik pada Chevrolet Spark yang memadukan desain runcing dan bulat.

Dari segi interior, Sirion layak angkat dagu di hadapan kompetitornya. Kelebihan paling mencolok ada pada optitron meter cluster. Meteran Sirion menggunakan teknologi Multi Information Display. Di sana terdapat informasi mengenai isi tangki, jarak tempuh kilometer, dan yang paling menarik adalah informasi mengenai rata-rata konsumsi bahan bakar.

Ketika Tempo mencoba Sirion otomatik menelusuri tol lingkar luar Jakarta di siang hari, indikator menunjukkan rata-rata konsumsi bahan bakar 11,7 kilometer per liter. Sedangkan dengan transmisi manual menembus macet jalanan Jakarta Pusat menjelang jam pulang kerja, konsumsi bahan bakar 8,7 kilometer per liter.

Dashboard dengan dua tone warna Sirion juga boleh diadu. Apalagi setelah mengutak-atik perangkat hiburan audio di bagian tengah. Selain permutar CD, sistem audio Sirion dilengkapi dengan colokan untuk microphone dan USB.

Tak hanya itu, ia juga dilengkapi teknologi Bluetooth. Playlist musik kesukaan di telepon seluler bisa diteruskan ke audio Sirion semudah membalik telapak tangan. Dengan teknologi Bluetooth caller identification, speaker telepon genggam pun bisa diteruskan ke speaker mobil.

“Suara orang yang menelepon bisa keluar dari speaker mobil,” kata Unggul, staff penelitian dan pengembangan Astra Daihatsu.

Posisi duduk di jok depan maupun belakang sama sekali tak ada masalah. Ruang kaki yang lapang untuk sopir membuat perjalanan dilalui tanpa keluhan. Begitu juga jok belakang. Dengan posisi duduk normal, tersisa jarak satu jengkal antara dengkul dengan punggung jok depan.

Hanya saja jok belakang dibuat tanpa sandaran kepala. Ini akan menjadi gangguan kecil bagi penumpang, khususnya dalam perjalanan antar kota. Bagasi berkapasitas 628 liter relatif lapang untuk tiga koper beroda.

Performa mesin Sirion tak kalah menawan. Di jalan bebas hambatan, kemampuan Sirion bermesin 16-valve DOHC, VVTi dengan bore X stroke 72.0x79.7 transmisi otomatik mudah dibawa menembus kecepatan 80-100 kilometer per jam.

Suara mesin relatif tak terdengar. Meski demikian, jangan coba-coba bermain kasar dengan pedal gas. Jika diinjak dalam dengan cepat, mesin langsung menggerung. Transmisi otomatik lebih cocok untuk jalanan di dalam kota ketimbang kebut-kebutan di jalan tol.

Perpindahan percepatan transmisi otomatik di jalanan menanjak terasa kurang halus. Perlu adaptasi untuk menghindari gerungan mesin saat jalan menanjak. Kalau ingin mengebut, sebaiknya ajak Sirion transmisi manual.

Kecepatan 100 kilometer per jam bisa dicapai saat tuas perseneling berada di gigi empat. Selebihnya memanfaatkan gigi lima. Sirion mengklaim mesinnya bisa mencapai 90 PS/6.000 RPM.
Kapasitas maksimum tangki bensin Sirion adalah 40 liter.

Kelima kursi Sirion dilengkapi dengan sabuk pengaman. Sayangnya, Sirion belum dilengkapi dengan fitur airbag. “Tidak sesuai dengan permintaan pasar. Mereka lebih mementingkan harga murah,” kata Rio.

Suspensi Sirion empuk dan halus. Tapi sayang, ketika roda melindas polisi tidur, bunyi hentakan di kabin terasa betul. Daihatsu menargetkan mampu menjual Sirion 500 unit per bulan, sejak Agustus 2011.

Versi terbaru ini akan diluncurkan resmi Sabtu, 23 Juli mendatang. Rio berharap sukses Sirion merambah pasar Malaysia bisa menular ke Indonesia. “Di Malaysia, mobil ini bisa terjual 9 ribu unit per bulan,” ujarnya.

Di Malaysia, Daihatsu dikenal dengan nama Perodua, dan Sirion dengan nama Myvi. Kepala Relasi Publik ADM Agus Nardianto mengatakan harga Sirion di Indonesia untuk transmisi manual dan otomatik berkisar Rp 140-150 juta on the road.

ANANDA BADUDU | EFRI RITONGA



Artikel Terkait:

0 komentar:

Berikan komentar dibawah ini...