17 Okt 2012

Siapa Untung dari Proyek Mobil Murah Pemerintah?

Si kembar Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla (VIVAnews/Herdi Muhardi

Dengan insentif, harga LCGC 10 persen lebih murah dari harga normal.

VIVAnews - Pemerintah tengah menggodok aturan mobil rendah biaya dan ramah lingkungan. Tak lama lagi aturan Low Cost and Green Car (LCGC) ini bakal keluar.

Memang aturan ini sudah digodok sejak beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum keluar. "Ibarat orang hamil, tak mungkin gagal. Pasti keluar," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat pertengahan bulan lalu.

Sejumlah aturan LCGC hingga kini masih berupa rabaan. Belum final. Seperti tingkat kandungan lokal yang harus 80 persen, bermesin tak lebih dari 1.200 cc, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tak lebih dari 22 kilometer per liter, dan harga tak boleh lebih dari US$10 ribu atau Rp95 juta per unit.

Low Cost and Green Car akan menawarkan insentif yang menggiurkan. Bila spesifikasi kendaraan telah sesuai dengan aturan LCGC, pabrikan bisa mengajukan bebas Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang nilainya 10 persen dari total harga. Artinya, harga LCGC bisa 10 persen lebih murah dari harga normal.

Dengan harga seperti itu, siapa yang diuntungkan?

Pengamat industri otomotif yang juga mantan Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), FX Soeseno, mengatakan, insentif ini membuat pabrikan berlomba-lomba menanamkan investasinya di Indonesia. Nissan misalnya, telah menggelontorkan investasi US$400 juta atau sekitar Rp3,6 triliun untuk menghidupkan merek mobil murah Datsun.

Selain Nissan, ada juga Honda, Toyota, General Motors, dan terakhir Tata Motors. Nilai investasinya pun miliaran dolar AS.


Tapi, yang paling untung sebenarnya Grup Astra. Perusahaan otomotif yang disokong pabrikan kakap Toyota Group --Toyota dan Daihatsu-- ini yang paling siap dengan mobil murah di Indonesia. Grup Astra sudah memperkenalkan bayi yang baru lahir, Astra Toyota Agya dan Astra Daihatsu Ayla.

Grup Astra hingga kini belum memberi harga dua mobil kembar ini. Para pemesan baru sebatas diberitahu harganya di kisaran Rp75-100 juta per unit. "Dia lah paling untung karena paling siap," kata Soeseno kepada VIVAnews melalui sambungan telepon.

Secara jaringan, Grup Astra juga sudah memiliki showroom dan bengkel yang menyebar ke seluruh Indonesia. Jadi, pelanggan pun sudah yakin layanan purnajualnya baik. Apalagi, mereka pernah sukses membuat Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang menyabet mobil terlaris sepanjang masa.

Sementara itu, merek lain, seperti Nissan, Mitsubishi, Tata Motors, dan sejumlah merek lain masih menimbang hingga peraturan itu jadi. Tak cuma itu, fasilitas produksi beberapa merek, seperti Nissan, juga masih dibangun. "Jadi mereka bisa kalah start," katanya.

Soeseno meyakini, dengan harga yang relatif murah, Agya dan Ayla bisa mengungguli kakaknya, Avanza dan Xenia. (art)



Artikel Terkait:

0 komentar:

Berikan komentar dibawah ini...