21 Nov 2012

Apakah Kiamat Sudah Dekat ?


Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mengakhiri pidato terakhirnya dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di KOta New York, Amerika Serikat, dengan pesan agama. Dia mengingatkan semua delegasi yang hadir, kiamat sudah dekat.

"Tuhan telah menjanjikan kepada kita akan menurunkan seorang manusia penuh kebaikan," ujarnya seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, (27/9). Ahmadinejad menggambarkan juru selamat sebagai manusia yang mencintai sesama dan keadilan.

"Dia manusia sempurna dan namanya Imam al-Mahdi. Dia yang akan datang untuk menemani Yesus Kristus (Nabi Isa) dan dipenuhi kebenaran," kata Ahmadinejad. Sebagai penganut Syiah, dia meyakini imam kedua belas dalam ajaran Islam, Muhammad al-Mahdi yang meninggalkan dunia pada abad kesepuluh, akan kembali ke dunia untuk menemani Yesus menyelamatkan umat manusia.

Sesuai ajaran Islam, salah satu tanda dari kiamat besar adalah turunnya Imam Mahdi. Walau tidak diketahui waktu pastinya, Ahmadinejad mengisyaratkan kedatangannya sudah dekat. "Sekarang kita dapat mencium wangi dan merasakan hembusan angin musim semi telah dimulai," ucapnya.

Ahmadinejad menekankan kedatangan Imam Mahdi untuk memberkati semua orang dan bukan hanya kepada ras, etnis, atau negara tertentu. "Bukan dengan mengobarkan perang tapi membangkitkan dan membangun kebaikan kepada semua orang," katanya. "Mari kita berbaris di jalannya menuju keselamatan bagi jiwa-jiwa haus akan kesenangan dan kemuliaan selamanya."

Benarkah hari kiamat itu sudah dekat …? Sejauh manakah pengetahuan kita tentang hari kiamat itu? Apa sajakah Tanda-tanda yang menjadi indikator hari kiamat itu sudah dekat..?


Menurut bahasa kita, Kiamat itu, ya peristiwa kehancuran itu

Apakah Tsunami di Aceh..adalah Kehancuran..? Apakah gempa di Jogya ..adalah kehancuran..? Gempa di Singkarak, Solok juga kehancuran..? Gempa di Bengkulu adalah juga Kehancuran..? Runtuhnya Gedung Mitsubishi Sutan Kasim dan pada retaknya gedung FBSS UNP apakah juga Kehancuran…? Jawabannya adalah Iya ..pada Hancur.

Berarti itu adalah sama dengan Kiamat…???

Benarkah kita mengartikan Kiamat itu adalah kehancuran? Jika jawabannya YA..berarti pengetahuan kita tentang Hari Kiamat selama ini memang kurang tepat seperti dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Seperti kita tidak bisa menghilangkan kesan bahwa Kiamat itu adalah Kehancuran.

Benarkah hari kiamat itu hari kehancuran..?? Apa arti Kiamat (Qiyamah) dalam terjemahan Al-Qur’an ..? Al-Qur’an: yang dimaksud dengan Hari Kiamat itu adalah Hari Setelah Kebangkitan.  

Dan Allah tidak berkata-kata kepada mereka pada hari Qiyamah, Dan tidak akan mensucikan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih. (Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 174)
Pada hari Qiyamah engkau akan lihat orang yang mengadakan dusta atas Allah itu, wajah mereka hitam. Bukankah di jahannam tempat kembali orang-orang yang sombong ? (Al-Quran, surat Az-Zumar, ke 39 ayat 60)
Dan,
(Al-Quran, surat An-Nisaa’, ke 4 ayat 149)
(Al-Quran, surat Al-An’am, ke 6 ayat 12)
(Al-Quran, surat Al-An’am, ke 6 ayat 25)
(Al-Quran, surat Al-Isra’, ke 17 ayat 13)
(Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 95)
(Al-Quran, surat Al-Furqon, ke 25 ayat 69) 

Pada ayat-ayat di atas semuanya menyatakan “Yaumul Qiyaamah” akan tetapi tidak dilihatkan bahwa Yaumal Qiyaamah (hari kiamat) sebagai hari kehancuran. Melainkan adalah hari setelah kebangkitan.

Ia bertanya: “ Bila hari Qiyamah ?  # Maka apabila bingung pemandangan dan takut  # Dan jadi gelap bulan # Dan dikumpulkan matahari dan bulan # Akan berkata manusia : “Kemana tempat lari” # Awaslah, tidak ada tempat perlindungan  # Pada hari itu, kepada Tuhan mu tempat ketetapan  # Diberi tahu kepada manusia pada hari itu, apa yang ia telah kerjakan dan tinggalkan (QS. 075.006 - 075.013)

Adapun Kiamat itu sendiri disebut : Saa’ahh yang berarti Sa’at Kehancuran

Jadi Sebenarnya..Hari kehancuran itu Yaumul Qiyamah ataukah Saa’ahh ?
Sesungguhnya Allah telah ampunkan Nabi dan Muhajirin dan Anshar yang ikut pada waktu (saa’ahh) kesusahan sesudah hampir terbolak balik qalbu segolongan mereka. Kemudian diterima tobat atas mereka. Sesungguhnya Dia pada mereka Pengasih Yang Teliti (Al-Quran, surat At-Taubah, ke 9 ayat 117)

Dan tidak kami menciptakan langit dan bumi dan apa-apa antara keduanya melainkan dengan lengkap. Dan bahwa sa’at (saa’ahh) kehancuran itu akan datang Lantaran itu maafkanlah dengan cara yang bagus (Al-Quran, surat Al-Hjir, ke 15 ayat 85)

Sudahkah jelas bagi kita Apa hari Kiamat Itu…?? Bukankah sudah dekat..waktunya ..?? Apa sajakah Tanda-tandanya…? 

Telah dekat sa’at kehancuran, dan telah terbelah bulan (Al-Quran, surat Al-Qomar, ke 54 ayat 1)
Dan kepunyaan Allah rahasia langit dan bumi Dan tidak urusan sa’at kehancuran itu melainkan seperti kedipan pandangan atau lebih dekat Sesungguhnya Allah atas tiap sesuatu Berkuasa (Al-Quran, surat Al-Nahlu, ke 16 ayat 77)

Allah Yang menurunkan Kitab dengan lengkap dan Miizaan. Dan tidak engkau tahu barangkali sa’at kehancuran telah dekat (Al-Quran, surat Ar-Ruum, ke 30 ayat 55).

“Terangkan kepada ku tentang Kiamat ( saa’ah)” Jawab Nabi saw: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari orang yang menanya”. Kata (jibril):”Terangkan kepadaku tanda-tandanya”. Jawab Nabi: “Apabila hamba sayaha telah melahirkan majikannya dan Apabila orang-orang dusun yang melarat telah bermewah-mewahan di gedung-gedung yang indah” (Shahih Muslim)Dari Annas ra katanya Rasulullah saw bersabda: “Belum akan terjadi kiamat (saa’ahh), selama masih ada orang yang iman kepada Allah di muka bumi.” (Shahih Muslim)

2466. Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghiffari ra, katanya: “Rasulullah saw menengok kami ketika kami sedang berbincang-bincang seraya bertanya: “Apa yang sedang kalian perbincangkan ?” Jawab para sahabat “Kami berbincang-bincang mengenai hari kiamat(saa’ahh).” Sabda beliau : “Sesungguhnya dia tidak akan terjadi sebelum terlihat 10 tanda. 1.Ad-Dukhan (Asap) 2.Dajjal 3. Dabbah, 4.Matahari terbit di barat, 5.Isa anak Maryam turun. 6.Ya’juj dan Ma’juj. 7.Gerhana di Timur 8.Gerhana di barat. 9.Gerhana di Jazirah arab. 10 Api menyala di Yaman menghalau ummat manusia ke mahsyar (tempat berkumpul). (Shahih Muslim).

2485. Dari Abdullah ra, dari Nabi saw, sabdanya: “Tidak terjadi kiamat (saa’ah) melainkan karena kejahatan manusia” (Shahih Muslim)

Coba kita renungkan… sudah berapa lamakah kita hidup di dunia ini..?? dan coba kita hitung.. sudah berapa kalikah kita berbuat kejahatan….??

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebagian di antara tanda dekatnya hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, khamr ditenggak, dan perzinaan bermunculan -di mana-mana-.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/267])
 
Hadits yang agung ini memberikan pelajaran, di antaranya:
  1. Hancurnya alam dunia ini -dengan terjadinya kiamat- akan didahului dengan hancurnya pilar-pilar penegak kemaslahatan hidup manusia yang menjaga kepentingan dunia dan akherat mereka. Di antara pilar tersebut adalah; agama, akal, dan garis keturunan/nasab. Rusaknya agama akibat hilangnya ilmu. Rusaknya akal akibat khamr. Rusaknya nasab karena praktek perzinaan yang merajalela di mana-mana (lihat Fath al-Bari [1/218)

  2. Hadits ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kemaslahatan hidup umat manusia. Islam memperingatkan mereka dari hal-hal yang dapat merusak ketentraman hidup mereka. Di antara perkara yang harus mereka perhatikan adalah kewajiban menjaga urusan agama, kejernihan akal, dan kejelasan nasab. Dan itu juga mengisyaratkan bahwa syari'at Islam adalah syari'at yang sangat bijaksana karena ia diturunkan dari Allah al-Hakim (Yang Maha bijaksana)...

  3. Dari hadits yang agung ini, kita bisa memetik pelajaran bahwa kehancuran umat ini adalah dengan hancurnya agama, akal, dan nasab mereka. Oleh sebab itu janganlah anda heran jika ternyata musuh-musuh umat Islam (dari kalangan orang kafir dan munafik) begitu gencar berupaya menjauhkan generasi muda kaum muslimin dari al-Qur'an dan Sunnah serta para ulama Rabbani. Mereka sebarkan paham-paham sesat dan pemikiran-pemikiran menyimpang melalui doktrin-doktrin inklusivisme dan kebebasan, yang pada akhirnya akan memporak-porandakan akidah kaum muslimin. Mereka juga giat menyusupkan narkoba dan semacamnya ke tengah-tengah masyarakat Islam, yang pada akhirnya akan melahirkan sosok para pemuda yang tidak bisa memikirkan tujuan hidupnya. Mereka juga giat menyebarkan film-film cabul dan sinetron-sinetron murahan, yang pada akhirnya akan menjerumuskan mereka ke dalam jurang perzinaan! Maka waspadalah wahai saudaraku dari jerat-jerat dan makar mereka... Mereka itulah musuh kita, maka berhati-hatilah darinya
     
  4. Dorongan untuk menimba ilmu. Ilmu tidak akan diangkat melainkan dengan cara wafatnya orang-orang yang berilmu. Selama masih ada orang yang menimba ilmu maka pengangkatan ilmu -secara total- tidak akan terjadi (lihat Fath al-Bari [1/216]). Di dalam riwayat Ahmad dan Thabrani dari jalan Abu Umamah disebutkan bahwa ketika Hajjatul Wada’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah ilmu sebelum sebelum ia dicabut atau diangkat.” Maka ada seorang Badui yang bertanya, “Bagaimana ia diangkat?”. Maka beliau menjawab, “Ketahuilah, hilangnya ilmu adalah dengan perginya (meninggalnya) orang-orang yang mengembannya.” (lihat Fath al-Bari [1/237-238]).

  5. Hadits ini menunjukkan keutamaan menjaga ilmu, akal, dan kehormatan

  6. Yang dimaksud terangkatnya ilmu bukanlah dicabutnya ilmu begitu saja dari dada-dada manusia. Akan tetapi yang dimaksudkan adalah meninggalnya para ulama atau orang-orang yang mengemban ilmu tersebut (lihat Fath al-Bari [1/237]). Hal itu sebagaimana telah dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits lainnya dari Abdullah bin Amr al-Ash radhiyallahu’anhuma, “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu itu secara tiba-tiba -dari dada manusia- akan tetapi Allah mencabut ilmu itu dengan cara mewafatkan para ulama. Sampai-sampai apabila tidak tersisa lagi orang alim maka orang-orang pun mengangkat pemimpin-pemimpin dari kalangan orang yang bodoh. Mereka pun ditanya dan berfatwa tanpa ilmu. Mereka itu sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/269])

  7. Hadits ini -beserta hadits lain yang menafsirkannya di atas- menunjukkan kepada kita bahwasanya orang alim -yaitu orang yang memahami ilmu al-Kitab dan as-Sunnah- merupakan aset umat yang sangat berharga. Wafatnya ulama merupakan musibah besar bagi alam semesta. Karena dengan kepergian mereka maka pergi pula ilmu yang mereka miliki. Sehingga hal itu akan menyebabkan cacatnya -pemahaman- agama (lihat Fath al-Bari [1/218]). Tidakkah kita ingat, tatkala sang pemimpin para ulama di atas muka bumi ini -yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- wafat, apa yang terjadi? Ternyata, sebagian bangsa Arab ketika itu kembali kepada agama kekafiran mereka (sebagaimana dikisahkan dalam HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, lihat Syarh Muslim [1/50]). Subhanallah… fitnah kekafiran merebak setelah meninggalnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidakkah kita juga ingat, apa yang terjadi setelah wafatnya Umar bin al-Khattab radhiyallahu’anhu -salah seorang pembesar ulama sahabat-? Maka datanglah fitnah bertubi-tubi menyerang umat ini bagaikan hempasan ombak lautan yang datang silih berganti (lihat Shahih Bukhari cet. Maktabah al-Iman, Kitab al-Fitan, hal. 1420). Maka demikian pula yang terjadi di masa kita sekarang ini setelah meninggalnya para ulama besar semacam Syaikh al-Albani, Syaikh Ibnu Bazz, Syaikh Ibnu Utsaimin, dan Syaikh Muqbil -rahimahumullah- terjadilah apa yang terjadi.. Fitnah berkecamuk, bahkan di antara sesama penuntut ilmu itu sendiri (lihat at-Tanbih al-Hasan fi Mauqif al-Muslim minal Fitan, hal. 2 karya Syaikh Muhammad bin Abdullah al-Imam). Dalam situasi semacam ini, maka tidak ada solusi yang terbaik selain kembali kepada Allah dengan menyibukkan diri dengan ketaatan kepada-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tetap beribadah di saat harj/fitnah berkecamuk bagaikan berhijrah kepadaku.” (HR. Muslim dari Ma’qil bin Yasar, lihat at-Tanbih al-Hasan fi Mauqif al-Muslim minal Fitan, hal. 5)

  8. Yang dimaksud dalam ungkapan ‘khamr ditenggak- adalah ia diminum secara meluas. Demikian juga, ‘perzinaan bermunculan’ artinya ia tersebar dan merebak kemana-mana (lihat Syarh Muslim [8/267]) 

  9. Meminum Khamr tidak akan mendatangkan kenikmatan, bahkan sebaliknya pelakunya akan menuai kesengsaraan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang minum khamr di dunia kemudian tidak bertaubat darinya maka dia tidak akan bisa menikmatinya di akherat kelak.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar, lihat Syarh Muslim [7/93]). Beliau juga bersabda, “Setiap yang memabukkan adalah haram. Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla telah menjanjikan bagi orang yang meminum sesuatu yang memabukkan bahwa Allah akan meminumkan kepadanya Thinatul Khabal.” Mereka -para sahabat- bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa yang dimaksud Thinatul Khabal?”. Beliau menjawab, “Yaitu keringat penduduk neraka, atau nanah penduduk neraka.” (HR. Muslim dari Jabir, lihat Syarh Muslim [7/92]). Para ulama kita mengatakan, “Barangsiapa yang tergesa-gesa meraih sesuatu padahal belum saatnya, maka justru ia tidak akan mendapatkannya.” Syaikh as-Sa’di rahimahullah berkata, “Barangsiapa -lelaki- yang mengenakan sutera di dunia, maka ia tidak akan memakainya di akherat. Dan barangsiapa yang menenggak khamr di dunia maka ia tidak akan meminumnya di akherat. Sebagaimana halnya orang yang tergesa-gesa menikmati sesuatu yang terlarang baginya akan terhalang mendapatkannya, maka sebaliknya bagi barangsiapa yang meninggalkan sesuatu yang diinginkan oleh nafsunya karena Allah niscaya Allah akan gantikan untuknya sesuatu yang lebih baik di dunia dan di akherat. Barangsiapa yang meninggalkan kemaksiatan kepada Allah sementara nafsunya sangat menginginkannya maka Allah akan gantikan itu semua dengan keteguhan iman di dalam hatinya, perasaan lapang, keberkahan dalam rezkinya, kesehatan bagi tubuhnya. Selain itu dia juga akan memperoleh pahala dari Allah yang tidak bisa digambarkan bagaimana bentuk atau sifatnya. Wallahul musta’an.” (al-Qawa’id al-Fiqhiyah, hal. 39-40)

  10. Apabila kita cermati, ketiga perkara tadi -yaitu kebodohan, khamr, dan perzinaan- maka sesungguhnya yang menjadi akar permasalahan adalah merajalelanya kebodohan di tengah-tengah umat ini. Itulah sebab utama kehancuran masyarakat. Sampai-sampai diistilahkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah bahwa kebodohan ini merupakan daa’un qaatilun (penyakit yang mematikan). Sementara, penyakit ganas ini tidak akan bisa disembuhkan kecuali dengan siraman dalil al-Qur’an dan Sunnah Nabi yang diajarkan oleh para ulama Rabbani (lihat Syarh Tsalatsat al-Ushul Syaikh Shalih alu Syaikh, hal. 8). Oleh sebab itu, para pendahulu kita yang salih sangat mengagungkan ilmu. Dari Abu Hurairah dan Abu Dzar radhiyallahu’anhuma, mereka berdua pernah berkata, “Sebuah bab tentang ilmu yang kamu pelajari itu lebih kami sukai daripada seribu raka’at sholat sunnah.” (dinukil dari Tajrid al-Ittiba’ karya Syaikh Dr. Ibrahim ar-Ruhaili, hal. 26). Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Menuntut ilmu lebih utama daripada melakukan sholat sunnah.” (dinukil dari Tajrid al-Ittiba’, hal. 27). al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah berkata, “Salah satu bukti yang menunjukkan bahwa ilmu lebih utama daripada semua amal sunnah adalah: sesungguhnya ilmu itu telah memadukan semua keutamaan amal yang berserakan. Sebab ilmu itu adalah bentuk dzikir yang paling utama -sebagaimana sudah diterangkan di depan-. Dan ia juga merupakan bentuk jihad yang paling utama.” (dinukil dari Tajrid al-Ittiba’, hal. 31). Dari sinilah kita mengetahui bahwa sesungguhnya kemuliaan dan kejayaan umat ini akan kembali jika mereka mau kembali menekuni ajaran Allah dan rasul-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat sebagian kaum dengan sebab Kitab ini, dan akan merendahkan sebagian yang lain karenanya.” (HR. Muslim dari Umar bin Khattab). Suatu saat, sekelompok warga muslim Palestina bertanya kepada seorang Mufti, “Kapankah kita bisa kembali ke Palestina?”. Maka beliau menjawab dengan lugas, “Jika kalian kembali kepada -ajaran- Allah, niscaya kalian akan bisa kembali ke Palestina.” (dinukil dari ceramah Syaikh Dr. Muhammad Sa’id Ruslan, Mata Ta’udu Ilaina Falasthin, hal. 7). Inilah kebangkitan Islam sejati yang ditakuti oleh orang-orang kafir dan munafikin… Inilah kebangkitan yang akan mengguncangkan dunia dan membungkam mulut para durjana! Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.



Artikel Terkait:

1 komentar:

Gerry Rizkyan

terima kaasih banyak infonya gan..
berguna banget..

Berikan komentar dibawah ini...