10 Des 2012

Dampak dari Redenominasi Rupiah


Penyederhanaan penyebutan nilai mata uang rupiah atau redenominasi akan mulai disosialisasikan ke publik pada Desember mendatang. Konsultasi akan dilakukan di seluruh pelosok daerah Indonesia.

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, mengungkapkan, setelah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Badan Legislasi, dan Komisi XI, diputuskan bahwa pembahasan mengenai hal tersebut akan dilakukan usai konsultasi publik, yaitu sekitar Juni 2013.
 
Ternyata Redenominasi rupiah Rp 1000 diubah menjadi Rp 1 menuai keberatan banyak pihak. Tercatat  keberatan dengan redenominasi, sbb:

1. Bupati Pulau Seribu keberatan kalau menjadi Bupati Pulau Satu.

2. Marga Pasaribu keberatan menjadi Marga Pasasatu.

3. Ahli bahasa tidak setuju kalau ungkapan 'mengambil langkah seribu' menjadi 'mengambil langkah satu', atau 'seribu janji' menjadi 'satu janji'.

4. Sastrawan keberatan kalau sajak Chairil Anwar yg berbunyi 'aku ingin hidup seribu tahun lagi' dirubah jadi 'aku ingin hidup satu tahun lagi'.

5. Para da'i sejuta umat tidak mau diganti menjadi da'i seribu umat.

6. Biolog tidak setuju binatang kaki seribu diganti menjadi binatang kaki satu.

7, Titiek Puspa keberatan kalau lirik lagu 'jatuh cinta sejuta rasanya' diganti jadi hanya 'seribu rasanya'.

8. Para artis tidak setuju acara malam sejuta bintang dikurangi jadi malam seribu bintang.

9. Para jutawan tidak mau disebut ribuwan.

10. Masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak mau mengganti 'nyuwun sewu' jadi 'nyuwun setunggal'.

11. Teks pidato yg berisi ungkapan 'beribu-ribu maaf' sulit diubah jadi 'bersatu-satu maaf'.

12. Abu Nawaspun keberatan kalu cerita Seribu satu malam dirubah jadi cerita Satu koma satu malam.

13. Pemkot Semarang keberatan bila "Lawang Sewu" diubah menjadi "Lawang Satu"



Artikel Terkait:

0 komentar:

Berikan komentar dibawah ini...