4 Feb 2013

Cerita mengenai kendaraan mobnas KANCIL





KANCIL sebagai produk industri sering kelihatan seperti produk bengkelan amatiran.


Dari strategi pemasaran pengusahanya, KANCIL memang memilih untuk diterka-terka dari pada tampil secara transparan. KANCIL tampil kurang pede sejak awalnya. Sembunyi sembunyi diam-diam curi timun. 

Kancil Masuk Kota.

Kendaraan angkutan untuk lingkungan terbatas dikategorikan sebagai angkutan jenis IV, awalnya adalah BAJAJ pengganti becak. Kendaraan angkutan jenis IV dimaksudkan sebagai kendaraan yang beroperasi dilingkungan terbatas. Sebetulnya tidak ada peraturan tegas mengenai hal ini secara nasional. karena sistem transportasi yang ada mengarah ke transportasi massal yang lebih efisien. Akan tertapi kenyataannya di kota besar ada kebutuhan transport yang tidak terpenuhi dengan kendaraaa umum biasa. Sebelumnya kebutuhan ini diisi oleh pelayanan becak. Setelah becak dilarang beroperasi di kota besar,  sebagian kebutuhann ini diisi oleh ojeg sepeda motor yang jauh dari sempurnaKemudian dulu di jakarta pernah dicoba kehadiran kendaraan roda tiga pengganti becak, yang diisi oleh kendaraan Bajaj. Tetapi kemudian BAJAJ tidak terkendali dabn mengundang masalah baru. Sehingga Bajajpun perlu ditertibkan.  Keinginan orang untuk menghadirkan kendaraan pengganti BAJAJ bukan hal yang baru. Sudah lama ada, mulai dari gubernur DKI Wiyogo yang ingin memperkenalkan Tuk-tuk dan usaha beberapa pihak untuk menjadi pioneer dibidang ini. Bahkan perusahaan besar seperti ASTRA MOBIL dan PROSPEK MOTOR HONDA pernah menyiapkan prototype kendaraan jenis ini.

Bagi pemerintah DKI sendiri angkutan jenis ini menjadi buah simalakama, sudah terlanjur ada walaupun di luar konsep pengembangan transportasi yang diharapkan lebih ke sistem transportasi massa. 14 000 buah kendaraan jenis ini hampir tidak mungkin dihapuskan karena memang dibutuhkan masyarakat selama jaringan transportasi ideal belum siap.

Sementara operasi Bajaj sukar diatur. Surat-surat tidak jelas. Satu STNK dipakai beberapa kendaraan, difoto copy. Dengan alasan bila STNK asli diberikan kepada si pengemudi, bajajnya akan dibawa lari.  Polusi tinggi, kendaraan tidak laik jalan. Pemerintah DKI ingin menertibkan ini. Akhirnya, pemerintah DKI membuka inisiatif swasta untuk penggantian Bajaj oleh KANCIL sebagai alat penertiban terhadap operasi angkutan jenis IV yang ada. Sehingga terbuka peluang untuk peremajaan kendaraan angkutan jenis ini (substitusi, tanpa menambah jumlah kendaraan yang sudah terlanjur ada di jalan).

Di lain pihak, pengusaha Bajaj melihat ini sebagai ancaman. Pengusaha Bajaj tidak menghendaki perubahan. karena peremajaan berarti mereka perlu invest kembali, sedangkan pihak lain yang mau invest terhalang oleh jumlah izin yang dijaga tetap, tidak boleh bertambah. Satu kancil harus menggantikan satu Bajaj. Sehingga pengusaha Bajaj melihat peremajaan Bajaj dengan KANCIL sebagai ancaman. Baik ancaman dari kemungkinan munculnya pesaing baru, Maupun dari keberatan mereka bila harus investasi baru untuk melawan persaingan. Mereka lalu mempertahankan status quo.


Pemerintah DKI akhirnya menanggapi proposal KANCIL dengan  memutuskan program ini sebagai peremajaan sukarela dengan keharusan PT. KANCIL untuk beli satu Bajaj untuk setiap KANCIL yang masuk jalanan. Akhirnya satu KANCIL harus makan satu Bajaj bila ingin hidup. Jumlahnya tidak boleh bertambah. Disertai satu syarat tambahan, bahwa KANCIL harus bisa mengurangi polusi dengan menggunakan bahan bakar gas.

Di lain pihak, sebenarnya para supir Bajaj kecewa dengan peremajaan satu terhadap satu ini. Koperasi supir Bajaj KOSOBJA adalah pihak yang paling gigih memperjuangkan  agar KANCIL diizinkan hadir di Jakarta. Ya, mereka tadinya mengharapkan proyek ini bisa dijadikan sarana agar mereka bisa memiliki sendiri alat usahanya. Mereka berharap dapat mencicil KANCIL milik sendiri dan menjadi tuan dari usahanya sendiri tanpa harus setor ke majikan. Para supir Bajaj ini tergabung dalam koperasi-koperasi dari sejak awal merindukan kelahiran KANCIL sebagai harapan perbaikan hidupnya. Harapan ini hilang karena tidak bersedia menerbitkan jatah penambahan jumlah izin usaha angkutan jenis IV ini karena jumlahnya mau dijaga tetap. Akhirnya KANCIL disetujui untuk masuk sebagai alat meremajakan Bajaj. Dengan tambahan syarat yang sangat berat, yaitu harus beli satu BAJAJ untuk dimusnahkan setiap jual satu kendaraan KANCIL. Berarti dengan terpaksa nyatanya harga 1 buah KANCIL bertambah senilai harga jual BAJAJ (tambahan sekitar 17 juta rupah saat itu). Sebagai awalnya, sejak bulan Mei 2004 pemerintah DKI memesan 250 buah KANCIL.  karena adanya tambahan biaya pengadaan tadi, KANCIL menjadi tidak feasibel untuk diaplikasikan. Sehingga proyek ini hanya menghadirkan sekitar 200 unit KANCIL  di jalan jalan di Jakarta.
Bank tidak ada yang bersedia mendanai proses start up. Sedangkan bagi venture capital kebutuhan KANCIL terlalu besar. Sehingga proyek ini kekurangan dana. Proyek ini oleh pemiliknya ditawar-tawarkan kepada banyak pihak. Baik lokal maupun asing. Penyandang dana awal sendiri kurang yakin akan keberhasilan usaha ini sehingga membatasi dana yang sudah keluar sebagai kontribusinya. Untuk selanjutnya perlu dicarikan pihak lain untuk membagi risikonya. Akhirnya didapat investor baru yang bersedia mendanai proyek ini untuk masuk pasar, walaupun jumlahnya sangat terbatas.

Pihak asing pernah ada yang menyatakan minatnya. Aviastar Asia dari Taiwan pernah kirim team assessment untuk due diligent. Mereka minta masuk sebagai pemegang saham mayoritas. Logika mereka penanam uang terbesar berhak mengatur. Tetapi sayang tawaran ini tidak diterima oleh pemilik lokal. Sehingga akhirnya KANCIL tetap tidak punya uang. Karena prioritasnya memenuhi order DKI, KANCIL belum siap dijual untuk pasar yang lain. 

City Car.
KANCIL bukan sedan. Tetapi KANCIL bisa dikembangkan menjadi kendaraan penumpang untuk layak disebut sedan. Tanpa pretensi untuk menjadi mobil nasional, Kendaraan Angkutan Niaga Cilik Irit Lincah (disingkat KANCIL) adalah kendaraan yang didesign, dibuat dan dipasarkan oleh PT. Kurnia Abadi Niaga Citra Indah Lestari (disingkat KANCIL juga).

Niatnya, KANCIL ingin hidup berdampingan secara  damai dengan siapapun di dunia otromotif. Sama sama cari makan, tanpa saling mengganggu. KANCIL takut sekali terhadap raksasa pembuat kendaraan yang ada, sehingga KANCIL menyelinap masuk ke celah kendaraan angkutan umum dan bersembunyi di sana. KANCIL tidak ingin kelihatan, dianggap lawan dan diinjak oleh industri besar.

KANCIL direncanakan dengan target design yang sangat jekas. Sesuai dengan namanya, sebagai kendaraan angkutan umum dia disasarkan agar bisa Kecil, Irit dan Lincah. Lincah diterjemahkan sebagai kendaraan yang mudah dikendalikan dengan kemampuan akselerasi yang tinggi.

Secara teknis dan legal, KANCIL sudah memenuhi aturan pemerintah untuk laik jalan jauh sebelum izin angkutan DKI keluar. Artinya secara teknis dan syarat keamanan, KANCIL legal digunakan di jalan raya. Selain pengujian Laik jalan departemen perhubungan, KANCIL sendiri melakukan test jalan di jalan raya pada lintasan tertentu sejauh 20,000 km dan pengujian konstruksi di laboratorium dinamika di ITB.  Jadi dipakai untuk kendaraan pribadi pun tidak ada masalah.

Sebagai industri, KANCIL sudah diakui internasional sebagai produser yang berhak mengeluarkan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) yang menjadi syarat untuk bisa dijual dan diproses untuk mendapatkan BPKB. Jaringan vendor dan distribusi sudah terbina.

KANCIL dari awal sengaja dirancang dengan sasaran syarat harga cicilan hariannya sama dengan besar setoran harian Bajaj. Target harga yang jelas bahwa dengan cicilan sebesar 30 ribu rupiah sehari, KANCIL harus bisa kasih take home pay 1 juta rupiah kepada pengemudinya, setoran kepada pemilik dan bisa mendanai operasional dan perawatan agar bisa produktif. Sebagai alat usaha KANCIL direncanakan agar bawa berkah bagi semua pihak. Pengendalian terhadap cost  ini yang membatasi kenyamanan yang diterapkan di kendaraan KANCIL. Jadi, maunya jadi kendaraan murah masuk dari pasar bawah.

Sebagai kendaraan angkutan lingkungan, penumpang tidak akan lama lama berada di dalamnya. Paling lama di dalamnya penumpang duduk 1 jam, jadi kenyamanan tidak dipentingkan agar harganya bisa murah.   Dari kriteria ini kenyamanan KANCIL diverifikasi terhadap standard ISO.

Walaupun murah, disadari bahwa KANCIL tidak akan begitu popular bagi orang yang baru pertama kali beli mobil. Orang yang memiliki uang pas-pasan akan cenderung beli mobil bekas. Tetapi lain lagi bagi orang kaya. Mereka akan suka KANCIL karena lucu, dan tentunya mereka senang beli barang collectible, atau sebagai mobil ketiga atau keempat. Dipakai ke pasar, antar anak sekolah atau untuk anaknya putar-putar sore hari.

Karena sederhana, KANCIL lebih cocok dipakai untuk kendaraan niaga. Mobil delivery van, pick-up, mobil toko, ambulans, mobil pelayanan telepon, PAM, kendaraan di resort pariwisata dan sebagainya. Kendaraan utility seperti itu dimanapun bisa bertahan melawan ancaman raksasa industri mobil. 

Pengembangan KANCIL. 

Karena jumlah produksi yang tidak terlalu besar untuk skala produksi massa, KANCIL berusaha membatasi investasi fixed asset sekecil mungkin. Karena itu dipilih bodi dari fiber glass seperti mobil-mobil sport Aston Martin, Corvette dan lain-lain.

KANCIL mungkin satu-satunya mobil yang modelnya dibuat dari tanah liat asli (real clay), bukan dari industrial clay. KANCIL memakai tanah liat betulan dari Majalengka diangkut dengan pick up colt. Model bodi dikembangkan diatas platform baja dengan rangka model dari besi dan kayu. Ternyata model ini cukup nyaman bagi ayam. Maka tidak kurang dari dua kali full scale model ini dipakai tempat bertelur bagi ayam kate di dalamnya. Entah pertanda apa ini.

Karena PT. Dirgantara Indonesia (dulu IPTN) kompeten untuk bahan composite (Fiber Glass yang dipakai untuk bodinya), maka pembuatan cetakan body KANCIL beserta 2 buah master sample body pertama disubkontrakkan ke AITEM salah satu anak perusahaan PT DI atas dasar jual putus. Tidak ada pembicaraan apa apa antara PT. KANCIL dengan PT. DI di luar masalah pembuatan master dan cetakannya tadi. Sehingga tidak benar bila PT DI mengklaim bahwa mereka yang membuat KANCIL. Nyatanya hanya 2 master body dan cetakan pertama ini yang dibuat oleh PT. AITEM, anak perusahaan PT. DI.

Model bodi kemudian diangkut dengan truk ke PT. DI untuk dibuatkan cetakan dan dua buah master model yang menjadi cikal bakal bodinya doang. Jasa pembuatan prototype cetakan bodi ini hanya kontrak putus, tetapi banyak orang yang menyangka PT. DI sebagai pembuat KANCIL. Bahkan PT. DI pun pernah mengaku demikian, entah kenapa. Belum lagi KOMPAS nimbrung bilang KANCIL buatan Jepang. sin KANCIL dipilih dari kriteria performance dan ketahanan-lamaannya.  Sebagai kendaraan umum diharapkan KANCIL bisa lincah bermanouver di jalan. Agar lincah diperlukan akselerasi yang tinggi dari torsi yang besar.  Sehingga dipilih mesin yang bandel, torsi besar dengan langkah stroke yang agak besar dan lengan  crankshaft yang agak panjang.  Dikombinasikan dengan transmisinya, di dapat performance yang cocok untuk operasi lincah, akselerasi tinggi, daya tanjak yang besar, walaupun kecepatan tidak bisa tinggi.
Karena dimaksudkan sebagai kendaraan angkutan lingkungan di dalam kota, kecepatan maksimum KANCIL dibatasi 60 km perjam.  Sehingga dipilih engine yang sesuai iuntuk itu. Di pilih engine berbahan bakar bensin 4 tak agar bisa dikonversikan untuk menggunakan bahan bakar gas.  Engine ini berputaran rendah, maksimum 3600 rpm sehingga menguntungkan karena keausannya rendah, Kecepatan putar rendah juga menguntungkan karena langkah piston yang panjang mengakibatkan torsi yang besar yang diperlukan untuk akselerasi yang tinggi, agar bisa lincah. Torsi yang tinggi juga menguntingkan untuk daya tanjak. Sehingga daya tanjak KANCIL 51%,  jauh lebih tinggi dati KIJANG yang hanya sekitar 34%.
Karena mesin dan transmisinya masih buatan luar negeri. Seorang wartawan Media Indonesia pernah bilang bahwa KANCIL cuma bikin karoseri saja. Jelas pernyataan ini tidak benar.

Sebagai produk industri otomotif, KANCIL didesign dan dikembangkan seperti layaknya pengembangan mobil lain. KANCIL didesign dan dikembangkan dengan kaidah kaidah yang benar selayaknya sebuah kendaraan yang berada di jalan  harus didesign.  Baik secara performance, keamanan, ketahanan, maupun dinamika kendaraan. Perlu pengetahuan yang memadai untuk menyatakan cara itu benar atau salah. Ada kaidah-kaidah teknis tertentu yang dikuasai tentunya oleh pakar dan tukang yang spesialis untuk itu. Sebenarnya integrasi sietem dengan menggunakan komponen komponen yang dikembangkan oleh subkontraktor lain adalah umum dilakukan untuk produk industri. Tidak ada yang membuat seluruhnya sendiri, in house. Optimasi biaya mengharuskan pengembang untuk memutuskan membuat sendiri atau membeli dari orang lain.

Designnya dimulai dari bawah,  dari pemilihan ban dan roda.  Roda sengaja dipilih kecil, 10 inchi agar membatasi besar beban yang boleh diangkut  oleh kendaraan ini. Rodan dibuat secara double rim  sehinga murah dan menggunakan 1 set dies saja. Tromol  rem didesign khusus sesuai kebutuhan dengan pertimbangan common use untuk semua roda dengan perbedaan penambahan lubang untuk rem parkir pada roda belakang,  Back plate common use untuk rem depan dan rem belakang sehingga cetakannya hanya satu untuk menekan investasi awal.

Kemudian naik ke design suspensi dengan independent susension di axle depan dengan single leafspring melintang untuk menekan biaya. Baru kemudian rangka, sistem steering dan pengereman dan seterusnya.  Performance direncanakan mulai dari mesin dan penerus daya sampai ke roda. Semua prinsip pemilihan sistem ada kriteria dan aturannya. Tidak banyak orang tahu membuat mobil seperti yang seharusnya, sehingga tidak mudah membuat mobil secara benar.

Pembuatan sistem steering gear dan knuckle depan dikembangkan bersama dengan Politeknik Manufacturing Bandung dengan dasar kontrak pengembangan sampai dengan pembuatan prototype. Pada kenyataannya untuk produksi harga steering rack and pinion gear POLMAN harganya menjadi terlalu tinggi. Sehingga pada tahap produksi KANCIL membeli rack and pinion gear ini dari Taiwan dengan harga kurang dari separuh harga yang ditawarkan POLMAN. Demikian juga knuckle steering depan akhirnya lari ke supplier lain, sehingga POLMAN hanya ikut sampai tahap design dan prototype saja.

Transmisinya dipilih dari jenis otomatis Continuous Variable Transmission (CVT) agar supirnya tidak lekas lelah. Transmisi ini disupply oleh Comet, Amerika Serikat. Mula-mula Comet tidak memiliki barang siap yang cocok untuk KANCIL, yang belum menjadi milik pihak lain. Salah seorang designer Salsburry, sebuah anak perusahaan dari Comet, yang bernama Ken Kaliss akhirnya menyatakan sanggup mendesignkan transmisi ini dalam dua hari agar gear rationya cocok dan memiliki overdrive memenuhi semua persyaratan KANCIL. CVT sendiri ketika itu masih  asing. Kebetulan ada produk sepeda motor Kymco Jet Matic yang ketika itu mulai dipasarkan menggunakan CVT yang serupa. Sehingga sosialisasinya agak lebih mudah.

Mesin KANCIL pernah dicemooh orang sebagai mesin parut kelapa. Padahal mesin itu dipakai juga oleh hovercraft, snowmobile, jetski dll. Kendaraan umum berjalan sejauh 200 km sehari. Jadi mesin harus kuat dan mudah dirawat. Designer mesinnya dari Fuji Heavy Industry Jepang datang ikut menguji di Ciledug dan menyesuaikan agar cocok dengan persyaratan KANCIL. Mereka turut bertanggung jawab atas keberhasilan aplikasi mesin mereka karena pada akhirnya nama baik mereka dipertaruhkan lewat produk KANCIL.

Keterlibatan ITB sangat besar dalam verifikasi design yang melekat di prototypenya. Yang dilakukan di Lab dinamika pusat studi antar universitas ITB adalah analysis finite element konstruksi dan dinamika kendaraan yang batasan dan kriterianya ditetapkan oleh KANCIL.
Dilakukan juga pengujian durability pada road simulator, sehingga dikenal karakter konstruksinya untuk perbaikan. Lintasan jalan yang disimulasikan dipilih lintasan pengujian milik karoseri Adiputro di Pondok Ungu Bekasi. Power spektrumnya direkam, kemudian rekamannya digunakan untuk menggerakan mesin road simulator di lab dinamika ITB.


Jadi pengujian KANCIL di laboratorium menirukan persis sama seperti bila berjalan di lintasan pengujian tanpa harus putar-putar di Pondok Ungu. Lucunya, lintasan uji Adiputro tersebut sudah lama tidak digunakan oleh pemiliknya. Lintasan itu sudah tertutup tanaman rambat. Tapi tanaman rambat itu mudah diangkat dan digulung seperti menggulung karpet. Sehingga sesudah pengambilan data, tanaman rambat itu digelar kembali menutupi lintasan seperti sebelumnya. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa di sana.

Kerjasama ini sekali lagi membuktikan kemampuan sinergi antara universitas yang menguasai ilmu dan industri yang mengetahui sasaran dan batasan untuk apa ilmu itu digunakan dalam bisnis. Tentu syaratnya untuk bisa terjadi harus pakai bahasa yang sama biar nyambung. 

Kisah Kancil Selanjutnya. 

Order DKI sebanyak 250 buah, setelah beberapa kali diperpanjang, akan kadaluarsa bulan April 2005 mendatang. Akankah KANCIL mengulangi kegagalan PERKASA untuk supply bus kota dan truk tentara?
Kita berharap kisah KANCIL tidak berubah dari kisah yang menghibur menjadi tragedi, atau bahkan cerita horror.

Kita tidak ingin KANCIL sendiri menjadi lose-lose case, kasus dimana semua orang dirugikan. Membangun industri bukan sekadar membuat satu dua contoh dan mendirikan pabriknya. Benarkah masyarakat kita belum mampu mengelola industri? Achadiat A. Suhadi Dimuat dim Harian Kompas, 2004



Artikel Terkait:

0 komentar:

Berikan komentar dibawah ini...