KANCIL sebagai produk industri sering kelihatan seperti produk bengkelan amatiran.
Dari strategi pemasaran pengusahanya,
KANCIL memang memilih untuk diterka-terka dari pada tampil secara
transparan. KANCIL tampil kurang pede sejak awalnya. Sembunyi sembunyi
diam-diam curi timun.
Kancil Masuk Kota.
Kendaraan angkutan untuk lingkungan
terbatas dikategorikan sebagai angkutan jenis IV, awalnya adalah BAJAJ
pengganti becak. Kendaraan angkutan jenis IV dimaksudkan sebagai
kendaraan yang beroperasi dilingkungan terbatas. Sebetulnya tidak ada
peraturan tegas mengenai hal ini secara nasional. karena sistem
transportasi yang ada mengarah ke transportasi massal yang lebih
efisien. Akan tertapi kenyataannya di kota besar ada kebutuhan transport
yang tidak terpenuhi dengan kendaraaa umum biasa. Sebelumnya kebutuhan
ini diisi oleh pelayanan becak. Setelah becak dilarang beroperasi di
kota besar, sebagian kebutuhann ini diisi oleh ojeg sepeda motor yang
jauh dari sempurnaKemudian dulu di jakarta pernah dicoba kehadiran
kendaraan roda tiga pengganti becak, yang diisi oleh kendaraan Bajaj.
Tetapi kemudian BAJAJ tidak terkendali dabn mengundang masalah baru.
Sehingga Bajajpun perlu ditertibkan. Keinginan orang untuk menghadirkan
kendaraan pengganti BAJAJ bukan hal yang baru. Sudah lama ada, mulai
dari gubernur DKI Wiyogo yang ingin memperkenalkan Tuk-tuk dan usaha
beberapa pihak untuk menjadi pioneer dibidang ini. Bahkan perusahaan
besar seperti ASTRA MOBIL dan PROSPEK MOTOR HONDA pernah menyiapkan
prototype kendaraan jenis ini.
Bagi pemerintah DKI sendiri angkutan
jenis ini menjadi buah simalakama, sudah terlanjur ada walaupun di luar
konsep pengembangan transportasi yang diharapkan lebih ke sistem
transportasi massa. 14 000 buah kendaraan jenis ini hampir tidak mungkin
dihapuskan karena memang dibutuhkan masyarakat selama jaringan
transportasi ideal belum siap.
Sementara operasi Bajaj sukar diatur.
Surat-surat tidak jelas. Satu STNK dipakai beberapa kendaraan, difoto
copy. Dengan alasan bila STNK asli diberikan kepada si pengemudi,
bajajnya akan dibawa lari. Polusi tinggi, kendaraan tidak laik jalan.
Pemerintah DKI ingin menertibkan ini. Akhirnya, pemerintah DKI membuka
inisiatif swasta untuk penggantian Bajaj oleh KANCIL sebagai alat
penertiban terhadap operasi angkutan jenis IV yang ada. Sehingga terbuka
peluang untuk peremajaan kendaraan angkutan jenis ini (substitusi,
tanpa menambah jumlah kendaraan yang sudah terlanjur ada di jalan).
Di lain pihak, pengusaha Bajaj melihat
ini sebagai ancaman. Pengusaha Bajaj tidak menghendaki perubahan. karena
peremajaan berarti mereka perlu invest kembali, sedangkan pihak lain
yang mau invest terhalang oleh jumlah izin yang dijaga tetap, tidak
boleh bertambah. Satu kancil harus menggantikan satu Bajaj. Sehingga
pengusaha Bajaj melihat peremajaan Bajaj dengan KANCIL sebagai ancaman.
Baik ancaman dari kemungkinan munculnya pesaing baru, Maupun dari
keberatan mereka bila harus investasi baru untuk melawan persaingan.
Mereka lalu mempertahankan status quo.
Pemerintah DKI akhirnya menanggapi
proposal KANCIL dengan memutuskan program ini sebagai peremajaan
sukarela dengan keharusan PT. KANCIL untuk beli satu Bajaj untuk setiap
KANCIL yang masuk jalanan. Akhirnya satu KANCIL harus makan satu Bajaj
bila ingin hidup. Jumlahnya tidak boleh bertambah. Disertai satu syarat
tambahan, bahwa KANCIL harus bisa mengurangi polusi dengan menggunakan
bahan bakar gas.
Di lain pihak, sebenarnya para supir
Bajaj kecewa dengan peremajaan satu terhadap satu ini. Koperasi supir
Bajaj KOSOBJA adalah pihak yang paling gigih memperjuangkan agar KANCIL
diizinkan hadir di Jakarta. Ya, mereka tadinya mengharapkan proyek ini
bisa dijadikan sarana agar mereka bisa memiliki sendiri alat usahanya.
Mereka berharap dapat mencicil KANCIL milik sendiri dan menjadi tuan
dari usahanya sendiri tanpa harus setor ke majikan. Para supir Bajaj ini
tergabung dalam koperasi-koperasi dari sejak awal merindukan kelahiran
KANCIL sebagai harapan perbaikan hidupnya. Harapan ini hilang karena
tidak bersedia menerbitkan jatah penambahan jumlah izin usaha angkutan
jenis IV ini karena jumlahnya mau dijaga tetap. Akhirnya KANCIL
disetujui untuk masuk sebagai alat meremajakan Bajaj. Dengan tambahan
syarat yang sangat berat, yaitu harus beli satu BAJAJ untuk dimusnahkan
setiap jual satu kendaraan KANCIL. Berarti dengan terpaksa nyatanya
harga 1 buah KANCIL bertambah senilai harga jual BAJAJ (tambahan sekitar
17 juta rupah saat itu). Sebagai awalnya, sejak bulan Mei 2004
pemerintah DKI memesan 250 buah KANCIL. karena adanya tambahan biaya
pengadaan tadi, KANCIL menjadi tidak feasibel untuk diaplikasikan.
Sehingga proyek ini hanya menghadirkan sekitar 200 unit KANCIL di jalan
jalan di Jakarta.
Bank tidak ada yang bersedia mendanai
proses start up. Sedangkan bagi venture capital kebutuhan KANCIL terlalu
besar. Sehingga proyek ini kekurangan dana. Proyek ini oleh pemiliknya
ditawar-tawarkan kepada banyak pihak. Baik lokal maupun asing.
Penyandang dana awal sendiri kurang yakin akan keberhasilan usaha ini
sehingga membatasi dana yang sudah keluar sebagai kontribusinya. Untuk
selanjutnya perlu dicarikan pihak lain untuk membagi risikonya. Akhirnya
didapat investor baru yang bersedia mendanai proyek ini untuk masuk
pasar, walaupun jumlahnya sangat terbatas.
Pihak asing pernah ada yang menyatakan
minatnya. Aviastar Asia dari Taiwan pernah kirim team assessment untuk
due diligent. Mereka minta masuk sebagai pemegang saham mayoritas.
Logika mereka penanam uang terbesar berhak mengatur. Tetapi sayang
tawaran ini tidak diterima oleh pemilik lokal. Sehingga akhirnya KANCIL
tetap tidak punya uang. Karena prioritasnya memenuhi order DKI, KANCIL
belum siap dijual untuk pasar yang lain.
City Car.
KANCIL bukan sedan. Tetapi KANCIL bisa
dikembangkan menjadi kendaraan penumpang untuk layak disebut sedan.
Tanpa pretensi untuk menjadi mobil nasional, Kendaraan Angkutan Niaga
Cilik Irit Lincah (disingkat KANCIL) adalah kendaraan yang didesign,
dibuat dan dipasarkan oleh PT. Kurnia Abadi Niaga Citra Indah Lestari
(disingkat KANCIL juga).
Niatnya, KANCIL ingin hidup berdampingan
secara damai dengan siapapun di dunia otromotif. Sama sama cari makan,
tanpa saling mengganggu. KANCIL takut sekali terhadap raksasa pembuat
kendaraan yang ada, sehingga KANCIL menyelinap masuk ke celah kendaraan
angkutan umum dan bersembunyi di sana. KANCIL tidak ingin kelihatan,
dianggap lawan dan diinjak oleh industri besar.
Secara teknis dan legal, KANCIL sudah
memenuhi aturan pemerintah untuk laik jalan jauh sebelum izin angkutan
DKI keluar. Artinya secara teknis dan syarat keamanan, KANCIL legal
digunakan di jalan raya. Selain pengujian Laik jalan departemen
perhubungan, KANCIL sendiri melakukan test jalan di jalan raya pada
lintasan tertentu sejauh 20,000 km dan pengujian konstruksi di
laboratorium dinamika di ITB. Jadi dipakai untuk kendaraan pribadi pun
tidak ada masalah.
Sebagai industri, KANCIL sudah diakui
internasional sebagai produser yang berhak mengeluarkan Nomor
Identifikasi Kendaraan (NIK) yang menjadi syarat untuk bisa dijual dan
diproses untuk mendapatkan BPKB. Jaringan vendor dan distribusi sudah
terbina.
KANCIL dari awal sengaja dirancang dengan
sasaran syarat harga cicilan hariannya sama dengan besar setoran harian
Bajaj. Target harga yang jelas bahwa dengan cicilan sebesar 30 ribu
rupiah sehari, KANCIL harus bisa kasih take home pay 1 juta rupiah
kepada pengemudinya, setoran kepada pemilik dan bisa mendanai
operasional dan perawatan agar bisa produktif. Sebagai alat usaha KANCIL
direncanakan agar bawa berkah bagi semua pihak. Pengendalian terhadap
cost ini yang membatasi kenyamanan yang diterapkan di kendaraan KANCIL.
Jadi, maunya jadi kendaraan murah masuk dari pasar bawah.
Sebagai kendaraan angkutan lingkungan,
penumpang tidak akan lama lama berada di dalamnya. Paling lama di
dalamnya penumpang duduk 1 jam, jadi kenyamanan tidak dipentingkan agar
harganya bisa murah. Dari kriteria ini kenyamanan KANCIL diverifikasi
terhadap standard ISO.
Walaupun murah, disadari bahwa KANCIL tidak akan begitu popular bagi
orang yang baru pertama kali beli mobil. Orang yang memiliki uang
pas-pasan akan cenderung beli mobil bekas. Tetapi lain lagi bagi orang
kaya. Mereka akan suka KANCIL karena lucu, dan tentunya mereka senang
beli barang collectible, atau sebagai mobil ketiga atau keempat. Dipakai
ke pasar, antar anak sekolah atau untuk anaknya putar-putar sore hari.
Karena sederhana, KANCIL lebih cocok
dipakai untuk kendaraan niaga. Mobil delivery van, pick-up, mobil toko,
ambulans, mobil pelayanan telepon, PAM, kendaraan di resort pariwisata
dan sebagainya. Kendaraan utility seperti itu dimanapun bisa bertahan
melawan ancaman raksasa industri mobil.
Pengembangan KANCIL.
Karena jumlah produksi yang tidak terlalu
besar untuk skala produksi massa, KANCIL berusaha membatasi investasi
fixed asset sekecil mungkin. Karena itu dipilih bodi dari fiber glass
seperti mobil-mobil sport Aston Martin, Corvette dan lain-lain.
KANCIL mungkin satu-satunya mobil yang
modelnya dibuat dari tanah liat asli (real clay), bukan dari industrial
clay. KANCIL memakai tanah liat betulan dari Majalengka diangkut dengan
pick up colt. Model bodi dikembangkan diatas platform baja dengan rangka
model dari besi dan kayu. Ternyata model ini cukup nyaman bagi ayam.
Maka tidak kurang dari dua kali full scale model ini dipakai tempat
bertelur bagi ayam kate di dalamnya. Entah pertanda apa ini.
Karena PT. Dirgantara Indonesia (dulu
IPTN) kompeten untuk bahan composite (Fiber Glass yang dipakai untuk
bodinya), maka pembuatan cetakan body KANCIL beserta 2 buah master
sample body pertama disubkontrakkan ke AITEM salah satu anak perusahaan
PT DI atas dasar jual putus. Tidak ada pembicaraan apa apa antara PT.
KANCIL dengan PT. DI di luar masalah pembuatan master dan cetakannya
tadi. Sehingga tidak benar bila PT DI mengklaim bahwa mereka yang
membuat KANCIL. Nyatanya hanya 2 master body dan cetakan pertama ini
yang dibuat oleh PT. AITEM, anak perusahaan PT. DI.
Model bodi kemudian diangkut dengan truk
ke PT. DI untuk dibuatkan cetakan dan dua buah master model yang menjadi
cikal bakal bodinya doang. Jasa pembuatan prototype cetakan bodi ini
hanya kontrak putus, tetapi banyak orang yang menyangka PT. DI sebagai
pembuat KANCIL. Bahkan PT. DI pun pernah mengaku demikian, entah kenapa.
Belum lagi KOMPAS nimbrung bilang KANCIL buatan Jepang. sin KANCIL
dipilih dari kriteria performance dan ketahanan-lamaannya. Sebagai
kendaraan umum diharapkan KANCIL bisa lincah bermanouver di jalan. Agar
lincah diperlukan akselerasi yang tinggi dari torsi yang besar.
Sehingga dipilih mesin yang bandel, torsi besar dengan langkah stroke
yang agak besar dan lengan crankshaft yang agak panjang.
Dikombinasikan dengan transmisinya, di dapat performance yang cocok
untuk operasi lincah, akselerasi tinggi, daya tanjak yang besar,
walaupun kecepatan tidak bisa tinggi.
Karena dimaksudkan sebagai kendaraan angkutan lingkungan di dalam
kota, kecepatan maksimum KANCIL dibatasi 60 km perjam. Sehingga dipilih
engine yang sesuai iuntuk itu. Di pilih engine berbahan bakar bensin 4
tak agar bisa dikonversikan untuk menggunakan bahan bakar gas. Engine
ini berputaran rendah, maksimum 3600 rpm sehingga menguntungkan karena
keausannya rendah, Kecepatan putar rendah juga menguntungkan karena
langkah piston yang panjang mengakibatkan torsi yang besar yang
diperlukan untuk akselerasi yang tinggi, agar bisa lincah. Torsi yang
tinggi juga menguntingkan untuk daya tanjak. Sehingga daya tanjak KANCIL
51%, jauh lebih tinggi dati KIJANG yang hanya sekitar 34%.
Karena mesin dan transmisinya masih
buatan luar negeri. Seorang wartawan Media Indonesia pernah bilang bahwa
KANCIL cuma bikin karoseri saja. Jelas pernyataan ini tidak benar.
Sebagai produk industri otomotif, KANCIL
didesign dan dikembangkan seperti layaknya pengembangan mobil lain.
KANCIL didesign dan dikembangkan dengan kaidah kaidah yang benar
selayaknya sebuah kendaraan yang berada di jalan harus didesign. Baik
secara performance, keamanan, ketahanan, maupun dinamika kendaraan.
Perlu pengetahuan yang memadai untuk menyatakan cara itu benar atau
salah. Ada kaidah-kaidah teknis tertentu yang dikuasai tentunya oleh
pakar dan tukang yang spesialis untuk itu. Sebenarnya integrasi sietem
dengan menggunakan komponen komponen yang dikembangkan oleh
subkontraktor lain adalah umum dilakukan untuk produk industri. Tidak
ada yang membuat seluruhnya sendiri, in house. Optimasi biaya
mengharuskan pengembang untuk memutuskan membuat sendiri atau membeli
dari orang lain.
Designnya dimulai dari bawah, dari
pemilihan ban dan roda. Roda sengaja dipilih kecil, 10 inchi agar
membatasi besar beban yang boleh diangkut oleh kendaraan ini. Rodan
dibuat secara double rim sehinga murah dan menggunakan 1 set dies saja.
Tromol rem didesign khusus sesuai kebutuhan dengan pertimbangan common
use untuk semua roda dengan perbedaan penambahan lubang untuk rem
parkir pada roda belakang, Back plate common use untuk rem depan dan
rem belakang sehingga cetakannya hanya satu untuk menekan investasi
awal.
Kemudian naik ke design suspensi dengan
independent susension di axle depan dengan single leafspring melintang
untuk menekan biaya. Baru kemudian rangka, sistem steering dan
pengereman dan seterusnya. Performance direncanakan mulai dari mesin
dan penerus daya sampai ke roda. Semua prinsip pemilihan sistem ada
kriteria dan aturannya. Tidak banyak orang tahu membuat mobil seperti
yang seharusnya, sehingga tidak mudah membuat mobil secara benar.
Pembuatan sistem steering gear dan
knuckle depan dikembangkan bersama dengan Politeknik Manufacturing
Bandung dengan dasar kontrak pengembangan sampai dengan pembuatan
prototype. Pada kenyataannya untuk produksi harga steering rack and
pinion gear POLMAN harganya menjadi terlalu tinggi. Sehingga pada tahap
produksi KANCIL membeli rack and pinion gear ini dari Taiwan dengan
harga kurang dari separuh harga yang ditawarkan POLMAN. Demikian juga
knuckle steering depan akhirnya lari ke supplier lain, sehingga POLMAN
hanya ikut sampai tahap design dan prototype saja.
Transmisinya dipilih dari jenis otomatis
Continuous Variable Transmission (CVT) agar supirnya tidak lekas lelah.
Transmisi ini disupply oleh Comet, Amerika Serikat. Mula-mula Comet
tidak memiliki barang siap yang cocok untuk KANCIL, yang belum menjadi
milik pihak lain. Salah seorang designer Salsburry, sebuah anak
perusahaan dari Comet, yang bernama Ken Kaliss akhirnya menyatakan
sanggup mendesignkan transmisi ini dalam dua hari agar gear rationya
cocok dan memiliki overdrive memenuhi semua persyaratan KANCIL. CVT
sendiri ketika itu masih asing. Kebetulan ada produk sepeda motor Kymco
Jet Matic yang ketika itu mulai dipasarkan menggunakan CVT yang serupa.
Sehingga sosialisasinya agak lebih mudah.
Mesin KANCIL pernah dicemooh orang
sebagai mesin parut kelapa. Padahal mesin itu dipakai juga oleh
hovercraft, snowmobile, jetski dll. Kendaraan umum berjalan sejauh 200
km sehari. Jadi mesin harus kuat dan mudah dirawat. Designer mesinnya
dari Fuji Heavy Industry Jepang datang ikut menguji di Ciledug dan
menyesuaikan agar cocok dengan persyaratan KANCIL. Mereka turut
bertanggung jawab atas keberhasilan aplikasi mesin mereka karena pada
akhirnya nama baik mereka dipertaruhkan lewat produk KANCIL.
Keterlibatan ITB sangat besar dalam
verifikasi design yang melekat di prototypenya. Yang dilakukan di Lab
dinamika pusat studi antar universitas ITB adalah analysis finite
element konstruksi dan dinamika kendaraan yang batasan dan kriterianya
ditetapkan oleh KANCIL.
Dilakukan juga pengujian durability pada
road simulator, sehingga dikenal karakter konstruksinya untuk perbaikan.
Lintasan jalan yang disimulasikan dipilih lintasan pengujian milik
karoseri Adiputro di Pondok Ungu Bekasi. Power spektrumnya direkam,
kemudian rekamannya digunakan untuk menggerakan mesin road simulator di
lab dinamika ITB.
Jadi pengujian KANCIL di laboratorium
menirukan persis sama seperti bila berjalan di lintasan pengujian tanpa
harus putar-putar di Pondok Ungu. Lucunya, lintasan uji Adiputro
tersebut sudah lama tidak digunakan oleh pemiliknya. Lintasan itu sudah
tertutup tanaman rambat. Tapi tanaman rambat itu mudah diangkat dan
digulung seperti menggulung karpet. Sehingga sesudah pengambilan data,
tanaman rambat itu digelar kembali menutupi lintasan seperti sebelumnya.
Seperti tidak pernah terjadi apa-apa di sana.
Kerjasama ini sekali lagi membuktikan
kemampuan sinergi antara universitas yang menguasai ilmu dan industri
yang mengetahui sasaran dan batasan untuk apa ilmu itu digunakan dalam
bisnis. Tentu syaratnya untuk bisa terjadi harus pakai bahasa yang sama
biar nyambung.
Kisah Kancil Selanjutnya.
Order DKI sebanyak 250 buah, setelah
beberapa kali diperpanjang, akan kadaluarsa bulan April 2005 mendatang.
Akankah KANCIL mengulangi kegagalan PERKASA untuk supply bus kota dan
truk tentara?
Kita berharap kisah KANCIL tidak berubah dari kisah yang menghibur menjadi tragedi, atau bahkan cerita horror.
Kita tidak ingin KANCIL sendiri menjadi
lose-lose case, kasus dimana semua orang dirugikan. Membangun industri
bukan sekadar membuat satu dua contoh dan mendirikan pabriknya. Benarkah
masyarakat kita belum mampu mengelola industri? Achadiat A. Suhadi Dimuat dim Harian Kompas, 2004
























































0 komentar:
Berikan komentar dibawah ini...